tilazone

Selasa, 11 Januari 2011

Lupa
begitu jauh langkah kaki

menapak liku hidup penuh duri

diujung jalan tak bertepi

tertatih-tatih meraih mimpi

air mata derita

dihunjam berbagai dilema

telah membawa diri lupa PADANYA

lupa…keberadaNYA

lupa….segala yang kita punya

adalah kuasaNYA


Dusta

Tuhan

Kami tahu Engkau

Tak pernah memberi

Beban yang melebihi

Kemampuan kami

Engkau Maha Pengasih

Dan Penyayang

Senantiasa

Berikan berjuta rasa

Kepada hamba

Setiap satuan waktu

Tak jemu

Engkau berikan berjuta

Milyaran trilyunan

Bahkan

Tak terhitung jumlah

Molekul-molekul oksigen kepada

Hamba yang senantiasa berdusta


TAUBAT


dihamparan kain yang lusuh

jiwa tertunduk dan bersimpuh

memohon ampun dari yang maha pengampun

atas segala dosa-dosa

yang mencemari raga yang semakin renta

kami……

hanyalah setitik debu yang hina

yang rapuh dan tak lupat

dari hilaf serta dosa

tersadar didalam gelisah

setelah begitu jauh melangkah

setelah begitu jauh melangkah

setelah terlalu lama terlena

akan kenikmatan nafsu dunia fatamorgana

mungkinkah kan mengelupas dari tubuh

kotoran-kotoran

yang telah mendarah daging menjadi satu

kami tahu…..

tubuh [...]


Doaku untuk Pagi…..

saat pagi

menjelang hari

saat mentari

membias fajar

aku ingin

terlintas kata

terucap firman MU

wahai kekasih Sejati

Yang penuhi semesta

dengan cintamu

ucapkanlah dengan iradat MU

aku bagian kekasih MU

Ucapkanlah dengan iradat MU

aku bagian kerinduan MU

Ucapkanlah dengan iradat MU

kau dan aku satu

satu rasa, sirr, sifat,dan zat

yang tak terpisahkan

oleh apapun selamanya

by: sandythedreamer

(surya mencaridunya.blogspot.com)


Gugur….

Diam..

Dan dengarkan..

Daun berjatuhan..

Berguguran..

Rasakan..

Senja mulai hilang..

Terbenam dalam angan..

Mengenang semua kerinduan..

Katakan..

Ku mencintaimu kemudian..

Rinduku yang demikian..

Sanggupkah aku bertahan..

Siang..

Hingga malam menjelang..

Terbayang wajahmu perlahan..

Tak sanggup aku memandang..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar