tilazone

Selasa, 11 Januari 2011

Perih ini

Malam…
Dimanakah senyum itu…
Senyum indah yang hangatkan jiwaku…
Meleburkan segala gundah nestapaku…
Siang…
Kemanakah perginya sayap-sayap cintaku…
Yang slalu menerbangkan hati ini dalam ceria…
Dan tiada duka mendera…

Senja

Senja
Engkau Bergulung di pucuk ombak memutih..
Memecah keheningan di kala aku merintih..
Laksana tombak menghujam pantai jenuh..
Laksana kreta kuda yang berlari menjauh..
berlari meninggalkanku..
Senja
Kaubuat batas antara riuh dan heningku..
Kau buat lautan menguning bak air kesumba..
kesendirian yang telah lama terpaku..
kini hilang entah kemana..
diakah yang telah membawanya..?
aku hanya berfikir sebatas apa yang kumampu..

Tuhan, Ajari Aku Ihlas

Saat Langkah Ini terhenti..
kutengok apa yang terjadi..
menatap langit kelabu penuh dengan kegelapan..
kelam, hitam, mencekam..
Tuhan..
Kenapa Hari-hariku selalu berlumur kemalangan..
menjalani, menerima, dan mencoba Ikhlas telah kulakukan..
mengapa masih saja langit itu terlihat mendung..
sepintas dan selamanya tak pernah kuanggap..

Puisi Persahabatan Untuk Sahabat

Untaian katamu ternyata palsu
Janji indah telah kau ingkari untuk teus menjadi sahabatku

Tahukah kau sobat???
Bahwa segala luka yang menyobek hatimu
Dapat juga ku rasakan dan menusuk jiwaku
Bahwa darah yang menetes dari luka itu
Seiring air mata yang mengalir di pipiku

Sadarkah kau sobat???
Bahwa kepedihan yang selalu tampak di wajahmu
Adalah mmpi terburuk yang membebaniku
Bahwa sikap dinginmu untukku
Adalah pedang yang terus menghujam dadaku

Dulu secercah tawamu yang indah
Selalu menggelitik jiwaku untuk tersenyum
Tapi kini semua tlah berubah
Dan bukan lagi kebahagiaan
yang mamapu kau berikan padaku

Karena sahabat...
Kau khianati aq
dan kau cemari ikatan kita
Kau dengan mudah melepas jemariku
Padahal kau melihat aku
Rapuh tanpa kau di sampingku

Aku ingin kau jadi sahabat seumur hidupku
Tapi sebuah sungutan yg selalu ku dapat
Bila ku salah...
Sebuah nasehat yang selalu membimbingku bila ku marah
Takkan pernah jadi milikku
Kemana aku harus mencari semua???

Kau meninggalkan ku dengan alasan yang mengada-ada
Kau menarik dirimu
Di saat aku masih bertahan menyelamatkan semua
Kini apa yang bisa ku raih lagi???
Hanya tatapan dingin
Kebungkaman,kata-kata kasar dan pengkhianatan

Mengapa kau rusak hubungan ini???
Dengan kebohonganmu,kebosananmu,dan kepura-puraanmu???
Kau memang sungguh tega temanku
Kau hanya menganggap persahabatan kita
Dalam bentuik saling memanfaatkan

Kenapa aku yang kau sakiti???
Kenapa kita bisa mengenal???
Dan kenapa aku terlalu percaya padamu???

Jawaban itu takkan pernah ada sahabat
Yang ada hanyalah kerianganmu terbebas dariku
Dan kesakitanku yang sangat menyiksa

Terus ku bertanya padamu
Apakah ada kata sahabat di hidupmu??
seperti apa sahabat yang sempurna untukmu???
Dan kenapa kau tinggalkan aq??

Tapi kau takkan mau menjawab
Cuma penggalan kalimat
yang bisa kau utarakan
"Aku tak mau membahasnya"

Sudahlah sobat
sekarang cumaberibu maaf untukmu dariku
Maaf bila ku yang bersalah
Hingga persahabatan ini berakhir
Maaaf bila terus mengusik
kehidupanmu sekarang yang begitu indah
MAAF SEKALI LAGI MAAF...
Bila samapai kapanpun
ku takkan pernah busa menghapus
Semua bayanganmu dan kenanganmu

Meski kau telah pergi dan takkan kembali
Meski kauingin menuntaskaku
Dan menghapus aku dari hidupmu
Dan meski kau hanya sahabat yang membawa luka bagiku

Bagiku...
Kau selalu jadi sahabatku
Selalu dalam hidupku
Karena kau adalah sahabat
Yang memiliki arti
Dari dulu sampai sekarang

.

sepi

mendung tak berarti hujan..
namun dingin menusuk jauh ke dalam tulang..
jauh ke dalam hati yang merasa sepi,bagai padang gurun..
yang mati tanpa kicauan burung,rerumputan hijau dan setetes benih kehidupan..
smua bgitu saja..
hilang
pudar
tak satu pun mau..
tak satu pun menginginkanya…
smua tinggal butiran pasir yang tertiup hembusan angin
yang berlahan berpindah..
berlahan namun pasti..
semua tersa sunyi dan sepi…...

karma cintaku

dlu kw mencintai ku.
walaupun ku nsring mnyakiti mu .
kw gk prnh brhnti mncintiku . smpai akhrny kw myatakn perasaan mu pd ku . pdhl pd saat itu ak tak mncintaimu . ak trima kw krn hnya ingin mmanfaat kn mu . tp , knp saat ak tlh jth cnta pd mu ,kw brubh . kw jarang mmberikan perhaatian mu n rasa syg mu pun tlh hlg pd ku . knp d saat ku tlh mncintaimu , kw malah tak mncintai ku gy ? apa nie karma bwt ku ? bgtu sakit rasa.a . sggh ku tak sggp mnahan rsa skit nie . skrnk ak sdh mnyesal . ak jht !..

PujaanKu

SegaLanya B’Jalan dng KeterAturan,
KeiNginAn AdaLah Ego,
Keiklasan Adalah Cinta,
Tak Teraih bila Tak BerSyarat,
Keindahan AdaLah PemikAt MatA,
HasrAt AdaLah TuGas,
PeNguAsa Hati AdaLAh BenteNg,
Maka PerTempURan Tak TereLakkan,..

Kata Maaf Untukmu

Tetes air mata mengiringi duka.
Rasa penyesalan membelenggu pikiran.
kerinduan menjerit di hati memanggil nama mu...

cinta

Kau begitu berarti di dalam hidupku,ku bisa tertawa bahagia saat kau
ada di sampingku,dan saat aku jauh dari ku hanya rindulah yang selalu
hadir di hatiku...

Sahabat maafkan ku

ku hancurkan percaya mu
ku kecewakan mu
ku buat kaw menangis
merintih dan membenci ku..

Hanya Kamu

cinta,,,
dimana kau berada,
aku selalu tersenyum menunggumu disini,
meski lelah hati ini menunggu,
namun,
cintaku akan selalu ada untukmu,,,..

Perpisahan

Terkadang bertemu tanpa sengaja..
Terkadang berpisah karena sengaja..
Kebersama’an di masa dulu..
kini tlah musnah lah sudah...

UNTUK IBU

Kau berjuang demi untuk aku lahir di dunia ini
Tak perlu mempedulikan nyawamu
Ketika aku lahir kau rawat aku dengan sepenuh hatimu
Kau sayang aku tidak mempedulikan kesehatan tubuhmu
Terimakasih kau telah merawatku
Hanya ini yang bisa aku ungkapkan untukmu
Ibu..

adakah aku di relung hatimu

mugkin kau tau
aku merindukanmu,
mungkin kau tau
aku menyayangimu,
mungkin kau tau
aku disini hidup untukmu,,..

Puisi Islam

DOA DALAM SYAIR
KASIH
KENALKAN AKU AKAN DOSA
AGAR AKU TAK TERSESAT
KASIH
LUPAKAN AKU AKAN INTAN PAHALA
AGAR AKU TAK LUPA DARATAN
KASIH
TUNJUKKAN AKU JALAN KE NERAKA
AGAR AKU TAK MENGARAH KE SANA
KASIH
CUMBUHLAH AKU DENGAN MESRA
DAN JANGAN KAU LEPASKAN
AGAR HATI KITA SEMAKIN DEKAT
OH …  TUHAN, DENGARKAN DOA HAMB
SEBUAH KERINDUAN 
DOA DALAM SYAIR
KASIH
KENALKAN AKU AKAN DOSA
AGAR AKU TAK TERSESAT
KASIH
LUPAKAN AKU AKAN INTAN PAHALA
AGAR AKU TAK LUPA DARATAN
KASIH
TUNJUKKAN AKU JALAN KE NERAKA
AGAR AKU TAK MENGARAH KE SANA
KASIH
CUMBUHLAH AKU DENGAN MESRA
DAN JANGAN KAU LEPASKAN
AGAR HATI KITA SEMAKIN DEKAT
OH … TUHAN, DENGARKAN DOA HAMBA.
____________________________________________________________
SEBUAH KERINDUAN
TUHAN
SETIAP KUBERDIRI DIATAS
PERMADANI SAJADAHKU
TERASA KUBERDIRI
DI HAMPARAN TERAS
ARASY-MU, SENDIRI
TIADA KASIH
TIADA KARIB YANG MENEMANI
HANYA DIRI, WAJAH
DAN KASIH-MU
YANG SELALU KURINDU
TIADA KENAL BATAS WAKTU
_____________________________________________________________
SATU DALAM SEGALA
ALLAAHU AHAD
KAU ADALAH SATU
SATU DALAM SIFAT
SATU DALAM DZAT
SATU DALAM JUMLAH
DAN SATU DALAM TINDAKAN
ALLAAHU AHAD
____________________________________________________________
DALAM PUISIKU
DALAM PUISI AKU MENYANYI
DALAM PUISI AKU BERDOA
DALAM PUISI AKU MENANGIS
KARNA CINTA
DALAM PUISI AKU MENJILAT
HATI SANG PENCIPTA
DALAM PUISI AKU PUN SHOLAT
BERBICARA DENGAN-NYA
____________________________________________________________
SANG PENCIPTA
IQRA’ – BACALAH
BACALAH ATAS NAMA TUHANMU
TUHAN YANG MENCIPTAKAN
ALAM SEMESTA
DENGAN SEGALA ISINYA
TUHAN ROBBIKU
ALLAH AZZA WAJALLA
____________________________________________________________
RAMADHAN
KINI DATANG KEMBALI
MENYAMBUT KAUM MUSLIMIN
UNTUK BEKAL JADI MUTTAQIN
RAMADHAN
KAULAH BULAN YANG SUCI
PENUH KEMULIAN
PENUH BAROKAH
PENUH MAGHFIROH
YANG MENGHANTARKAN KE SURGAWI
_____________________________________________________________
SATU DALAM SEGALA
ALLAAHU AHAD
KAU ADALAH SATU
SATU DALAM SIFAT
SATU DALAM DZAT
SATU DALAM JUMLAH
DAN SATU DALAM TINDAKAN
ALLAAHU AHAD
____________________________________________________________
DALAM PUISIKU
DALAM PUISI AKU MENYANYI
DALAM PUISI AKU BERDOA
DALAM PUISI AKU MENANGIS
KARNA CINTA
DALAM PUISI AKU MENJILAT
HATI SANG PENCIPTA
DALAM PUISI AKU PUN SHOLAT
BERBICARA DENGAN-NYA
____________________________________________________________
SANG PENCIPTA
IQRA’ – BACALAH
BACALAH ATAS NAMA TUHANMU
TUHAN YANG MENCIPTAKAN
ALAM SEMESTA
DENGAN SEGALA ISINYA
TUHAN ROBBIKU
ALLAH AZZA WAJALLA
____________________________________________________________
RAMADHAN
KINI DATANG KEMBALI
MENYAMBUT KAUM MUSLIMIN
UNTUK BEKAL JADI MUTTAQIN
RAMADHAN
KAULAH BULAN YANG SUCI
PENUH KEMULIAN
PENUH BAROKAH
PENUH MAGHFIROH
YANG MENGHANTARKAN KE SURGAWI
DOA DALAM SYAIR
KASIH
KENALKAN AKU AKAN DOSA
AGAR AKU TAK TERSESAT
KASIH
LUPAKAN AKU AKAN INTAN PAHALA
AGAR AKU TAK LUPA DARATAN
KASIH
TUNJUKKAN AKU JALAN KE NERAKA
AGAR AKU TAK MENGARAH KE SANA
KASIH
CUMBUHLAH AKU DENGAN MESRA
DAN JANGAN KAU LEPASKAN
AGAR HATI KITA SEMAKIN DEKAT
OH … TUHAN, DENGARKAN DOA HAMBA.
Lupa
begitu jauh langkah kaki

menapak liku hidup penuh duri

diujung jalan tak bertepi

tertatih-tatih meraih mimpi

air mata derita

dihunjam berbagai dilema

telah membawa diri lupa PADANYA

lupa…keberadaNYA

lupa….segala yang kita punya

adalah kuasaNYA


Dusta

Tuhan

Kami tahu Engkau

Tak pernah memberi

Beban yang melebihi

Kemampuan kami

Engkau Maha Pengasih

Dan Penyayang

Senantiasa

Berikan berjuta rasa

Kepada hamba

Setiap satuan waktu

Tak jemu

Engkau berikan berjuta

Milyaran trilyunan

Bahkan

Tak terhitung jumlah

Molekul-molekul oksigen kepada

Hamba yang senantiasa berdusta


TAUBAT


dihamparan kain yang lusuh

jiwa tertunduk dan bersimpuh

memohon ampun dari yang maha pengampun

atas segala dosa-dosa

yang mencemari raga yang semakin renta

kami……

hanyalah setitik debu yang hina

yang rapuh dan tak lupat

dari hilaf serta dosa

tersadar didalam gelisah

setelah begitu jauh melangkah

setelah begitu jauh melangkah

setelah terlalu lama terlena

akan kenikmatan nafsu dunia fatamorgana

mungkinkah kan mengelupas dari tubuh

kotoran-kotoran

yang telah mendarah daging menjadi satu

kami tahu…..

tubuh [...]


Doaku untuk Pagi…..

saat pagi

menjelang hari

saat mentari

membias fajar

aku ingin

terlintas kata

terucap firman MU

wahai kekasih Sejati

Yang penuhi semesta

dengan cintamu

ucapkanlah dengan iradat MU

aku bagian kekasih MU

Ucapkanlah dengan iradat MU

aku bagian kerinduan MU

Ucapkanlah dengan iradat MU

kau dan aku satu

satu rasa, sirr, sifat,dan zat

yang tak terpisahkan

oleh apapun selamanya

by: sandythedreamer

(surya mencaridunya.blogspot.com)


Gugur….

Diam..

Dan dengarkan..

Daun berjatuhan..

Berguguran..

Rasakan..

Senja mulai hilang..

Terbenam dalam angan..

Mengenang semua kerinduan..

Katakan..

Ku mencintaimu kemudian..

Rinduku yang demikian..

Sanggupkah aku bertahan..

Siang..

Hingga malam menjelang..

Terbayang wajahmu perlahan..

Tak sanggup aku memandang..

PUISI TUK TEMAN


Bagaimana kau akan tahu
Bagaimana kau akan tahu
Segala perasaan yang membebaniku
Sedang jarak memisahkan aku denganmu

Bagaimana kau akan tahu
Bahwa aku disini begitu mengingatmu
Sedang kita tak pernah berkata.

Bagaimana kau akan tahu
Hatiku tak mampu berpaling
Sedang dirimu selalu merasa ragu

Bagaimana....

MEMORY


RINDU
tuk kaka Itho,aswin...teman2 kohati

Kawan...janganlah katakan
Bahwa aku melarikan diri dari perjuangan
Sesungguhnya aku baru memulainya

Di kejauhan aku merasa tersiksa
Suka-duka yang aku lewati sendirian
Tak akan bisa tergantikan
Dan tak seindah selain bersama kalian

Aku rindu tuk menyelimuti para kader Kohati
Dikala malam saat mereka terlelap
Rindu kemarahan dan air mata para kader ikhwan
Karena aku selalu dituduh mencipta masalah.

Kepergianku untuk menjauh dari kalian
Bukan karena aku membawa masalah
Sungguh...apa yang ku lakukan demi kebahagiaan keluarga
Meskipun mempengaruhi sebuah eksistensi.

Kawan...
Ber-HMI harus ikhlas dan sabar
Dan dengan niatan tulus dan suci tanpa tendensi
Seandainya..kalian menghadapi suatu masalah
Anggaplah itu adalah bunga romantisme
Ritmes dari suatu perjuangan

Janganlah tak ada sapa
Janganlah tak ada senyum
Janganlah ada kata melarikan diri dari sekret
Dan...
Janganlah ada kata pengunduran diri
Meskipun telah terjadi konfrensi luar biasa.


PUISI


SEPUTIH HATI
untuk mu
saat ini aku akan pergi jauh.
demi kerinduanku yang semakin sangat..
demi sebuah pengabdian.
pada ayah bunda

jujur aku akui
aku masih mengingatmu...

Dan...
aku tak akan bisa melupakanmu.
Dan...yakinlah
aku akan menunggumu di dermaga.

ENTAH.


ENTAH...

Entah...
Dalam dekapan rasa
Untuk berapa kali aku duduk di sini.
Entah...
Dalam dekapan rindu.
Berapa kali lagi aku akan di sini.
Saat ini...
Dengan segala asa.
Masih duduk di dermaga tua ini.
Entah...sampai kapan aku di sini
Mungkin...ya...mungkin.
Sampai tidak ada lagi dermaga
Di kota ini.
Entahlah...

PUISI IJO-PUTIK


Ce-Ve
terinspirasi dari Muti(sabar ya.....)

Hati terusik menghiba tak terkira
Merana dalam suasana hampa.
Bagai perindu yang merindukan janji.
Janji terpatri akan kearifan...lokal.

Harapan dan impian menerawang.
Jauh menembus batas getaran rasa.
Si kupu tak punya daya.
Karena tak punya Ce-Ve.

Pikiran melayang.
Karena bukan bagian dari pilihan.
Karena memang bukan pilihan.
Sayang...harapan ingin menjadi yang beda
Diantara bidadari.
Punah...

Menelusuri relung-relung hati.
Kepastian akan wajah yang terpoles...dan
Tersadari...tak memiliki Ce-Ve.

Jadi gimana doooonk?????

PUISI TUK SAHABAT


IKRAR
tuk yg dah nikah "La-ro-se"

Mega bertebaran di langit jingga sore itu.
Senandung kata bernada terbawa angin
Yang menari di sela reranting.
Bersuara merdu bak perindu merindu.

Wajah manis duduk di altar ketermanguan.
Menikmati penantian dalam kesendirian.
Mencari asa yang masih tertinggal di antara realitas.
Mungkinkah harap itu menjadi nyata.
Wujudkan impian dalam khayal.

Bilakah dermaga hidup terlabuhi.
Menukar sunyi dalam kegaduhan.
Menghadirkan keriangan dalam keramaian.
Menjadikan senandung cinta dari pencinta
Lebih bermakna...

Tarian waktu yang tak terhenti.
Berkuasa membawa diri pada masa dan ruang kepastian.
Musim semi itu akhirnya terjemput.
Pijar-pijar bahagia bergelayut di taman sang pencinta.
Menyesakan dada hingga tak mampu berkata

Ikrar suci yang terlantun.
Menjadi saksi cinta abadi

PUISI TUK KOHATI


WANITA SHOLEHAH

Laksana rembulan...
Menyinari insan bumi.

Jika ia memandang...
Dunia seakan tergetar karena ketulusannya
Jika ia berkata...
Dunia seakan terlena karena kelembutannya.
Jika ia tersenyum...
Duniapun ikut tersenyum karena keikhlasannya.

Laksana pelita...
Tubuh terbakar demi sebuah pengorbanan.
Menjadi penuntun di tengah gemerlapnya dunia.

Laksana sahabiyah...
Langkah kakinya bagai langkah Fatimah.
Hidupnya penuh ketenangan jiwa.
Karena hatinya selalu berdzikir.

Dialah wanita sholehah..
Yang senantiasa menjadi penentu.
Akan sebuah perubahan dunia.

Monday, April 10, 2006

SEBUAH RENUNGAN


KEIKHLASAN
tuk teman seperjuangan.

Keikhlasan sifatnya non material
Rela hati menelusuri kehidupan
Dengan tetesan keringat dan air mata
Dengan pengorbanan sebuah eksistensi diri
Hanya untuk mengubah paradigma semesta

Keikhlasan bagian dari spiritualitas
Sedang spiritualitas tak terukur oleh material
Wajah yang manis menjadi legam
Terkena panasnya terik sang surya
Hanya untuk mengharmonisasikan semesta.

Adakah keikhlasan tersimbolkan
Sedangkan simbol adalah representase makna
Bukankah simbol tuntutan syariat
Dalam upaya menapaki jalan spiritual
Ataukah keikhlasan tersimbolkan dalam bentuk kepanitiaan di LK
Tersimbolkan melalui tetesan keringat peluh tanpa bahasa

Keikhlasan adalah bagian dari spiritualitas
Menemukan spiritualitas melalui keikhlasan memberi
Dan tersingkapnya tabir
Jadikanlah diri milik semesta
Semesta merindukan sentuhan dan belaian tangan kita.

RENUNGAN SAHABAT


HMI-KU

HMI-ku...
Terkadang dianggap tak mempunyai arah yang jelas
Hanya berlindung di balik syariat
Tak terinternalisasi nilai-nilai Islam dalam diri kader
Nilai-nilai Islam semakin tereduksi.

HMI-ku...
Mengapa gerakan lain hanya dengan semangat wahyu dan doktrinal
mampu bertahan sedangkan kita tak bisa?
Bukankah kita telah memiliki ciri-ciri gerakan ideal
Memiliki konsep teologi,kosmologi,epistemologi,sosiologi dan eskatologi.
Ataukah pragmatisme menjangkit pada diri kita
Hingga terkadang meruntuhkan nilai-nilai persaudaraan
Ataukah tak mampu menemukan makna persaudaraan di HMI

Sahabatku...
Rasa individualisme telah menempa diri kita
Bukankah kita ingin membentuk kebersamaan
Bukankah kebersamaan adalah kunci suatu perubahan
Individu tak bisa berbuat tanpa masyarakat
Mungkinkah konsep idealitas HMI tidak jelas
Sedang hedonisme sudah ada di tubuh HMI
Meski dilingkupi oleh syariat.

Sahabatku...
Mungkinkah tidak terjadi reorientasi kesempurnaan diri
Ataukah menganggap kesempurnaan diri tidak prinsipil
Hingga kebanyakan kita tidak bersikap arif
Ataukah kita tidak melakukan pembiasaan
Sedang kultur terbentuk dari pembiasaan

HMI-ku...
Perkaderan kita adalah perkaderan profetis
Perkaderan para nabi
Membentuk kader yang selalu ditempa masalah
Menjadikan sosok pendamba kelelahan
Hingga masalah menjadi suatu hal yang lumrah.

Sahabat...
Bukankah masalah yang kita hadapi
Adalah bagian terkecil dari penderitaan nabi
Bukankah para nabi memiliki kebesaran jiwa
Menanggung segala penderitaan alam,manusia dan binatang.

Ketika kita sudah beribadah
Lalu ditempa musibah
Mungkin ada ibadah yang belum terlaksanakan
Apakah pantas kita menyesal
Sedangkan bagi orang beriman tak akan mengenal kata penyesalan
Sebelum bertindak telah difikirkan secara matang

Sahabat...
Andai saja kalian tahu
Setiap butiran keringat yang mengalir di tubuh kita
Butiran kristal bening di sudut mata
Adalah bagian dari kenikmatan spiritual.

PUISI


SEPASANG BOLA MATA
tuk naisya yg tlah menghianati ijo-putik
Rona wajah meratap di altar kebahagiaan
Beraroma gincu berirama syahdu
Mengukir senyum terbalut kepuraan
Terselimuti gaun bermahkota

Wajah lugu berhiaskan jejaring rasa
Menyembunyikan kesedihan di balik jubah kuning
Meronta-ronta naik di altar kebahagiaan
Gincu berlalu bersama kristal bening
Potret si kembang duduk bersama pangeran

Bola mata di bawah altar kebahagiaan
Berbinar memandang gaun diemaskan
Menyelam ke dalam samudra merah jambu
Menemukan noktah merah merona
Rupanya si kembang meronta menelusuri lilitan duri

Duhai kembang bergaun diemaskan
Terbanglah engkau bersama waktu yang terus menari
Mengarungi semesta bersama tarian jiwa
Lenyapkan kerisauanmu akan binarnya sepasang bola mata

Sepasang bola mata tetap tersenyum
Dan akan tetap melukis senyuman
Meski dengan warna yang retak

Tentang Merpati

Kabar burung
Merpati lambang cinta
Namun buntung
Simpati betambang duka

Gosip pagi di televisi
Merpati jalinan asmara
Tapi kasih tak pasti
Saksi perjalanan murka

Lidah orang bersahutan
Merpati itu suci
Pindah sarang berbarengan
Bertelur
Menetas
Lalu jadi burung kawakan
Apa yang suci?
Dasar tukang kawin

Pebincangan datuk
Merpati simbol kemakmuran
Sampai dibuatnya aku suntuk
Tetap merpati binatang sembarangan

Ribuan mata terpaku
Merpati putih berkicau
Indah menurut mereka
Menanjakan telinga pendengarnya
Damai bagi kalian
Masih saja aku sendirian

Merpati
Enyalah dariku
Kau cuma berbakhti
Tak bisa berpadu
Cinta antara dia dan daku


Puisi Sahabat

Sahabat
Telah kau daki
Gunung kemerdekaan
Menuju sinar harapan
Kehidupan masa depan
Menuju kebahagian

Sahabat
Relung waktu telah lalu
Rindu hati ingin bertemu
Walau surya telah berlalu
Dirimu masih ku tunggu
Dalam paruh waktuku

Sahabat
Aku memuja seraya berdoa
Kesehatan dan keberkahan
Tetap menyertaimu
Bersama KuasaNya
Kau akan bahagia

Sahabat
Ketika hati ini bergeming
Gema Adzan berkumandang
Dikaulah yang membimbing
Ke Surau kecil desa
Bersujud kepadaNya
Hingga raga ini tenang

Sahabat
Sukma melemah
Jiwa berserah
Tak tahu arah
Terhentilah darah

Sahabat
Telah berujung riang
Gaung cinta persaudaraan
Telah kau tebarkan
Mengisi celah darah
Terpendam lubuk dalam

Sahabat
Lukisan kata tepat
Hembusan angin bertempat
Riasan duniawi bersifat
Dalam kota terpadat
Semoga masih sempat
Citra ini terdapat

Bunda

Sembilan bulan lamanya
Rahim dalam berada
Janin muda perut bunda
Pengorbanan tiada sia
Akhirnya aku lahir lahir juga

Dunia baru berseru
Pada diriku
Waktu dulu
Pada pangkuanmu

Jasa sejagat
Bercucuran keringat
Masih tetap semangat
Seiring kasih hangat
Dalam dekapan hanyat

Bunda
Waktu terus berporos
Pada kenyatan dunia
Dari balik tubuh polos
Doa pada bunda
Ananda bahagia

Bunda
Lanjut usia
Tetap saja kau setia
Terkadang ananda lupa
Masih terus bunda berdoa
Ku harap tak durhaka
Celakalah ananda
Neraka akan menyapa

Bunda
Ananda yang hina
Berharap tetap berguna
Walau jua tak ada
Selalu berusaha
Semoga bunda bahagia
Dunia memang berbeda
Tak mesti bersama
Bunda tetap di jiwa
Raga ananda,
Tetap bunda

Bunda
Untaian bunga
Ukiran bianglala
Lautan samudera
Intan permata
Kecantikan dunia
Tidak seberapa
Bunda tetaplah bunda
Terkenang sepanjang masa
Tak pernah ada akhirnya

Bunda
Wanita terhebat
Wanita terdekat
Ku kenal kau
Lewat nada merdu
Ku ucap kata ibu
Kaulah pelitaku
Tak akan padam
Terkadang meredam
Tetap tak mendendam

Dari kedingingan malam
Ananda memberi salam
Salam dari gubuk terdalam
Demi kerinduan terpendam